LIPUTAN KHUSUS

BPS Rilis : Nilai Tukar Petani November Turun 0,30 Persen dari Oktober

RAMNEWS.NET,PALU – Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Sulawesi Tengah mencatat nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah selama November 2018 sebesar 95,70 persen. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng GA. Nasir mengatakan angka tersebut menurun 0,30 persen dibandingkan NTP bulan lalu.
“Indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,30 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) tidak mengalami perubahan (0,00 persen),” katanya dalam rilis pers yang disampaikan di halaman musola Kantor BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Senin, 3 Desember 2018.
Nasir mengatakan, hal itu terjadi disebabkan penurunan NTP pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan.
Nasir menyebutkan, dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 2,05 persen dan inflasi terendah di Kota Balikpapan sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,64 persen dan terendah di Kota Pangkal Pinang dan Pematang Siantar sebesar 0,01 persen,” ujarnya.
Menurut Nasir, kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (2,33 persen), kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (1,49 persen), sandang (0,49 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,37 persen), kesehatan (0,26 persen) dan pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,03 persen). Sedangkan penurunan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan (0,47 persen).
Laju inflasi tahun kalender bulan November 2018 sebesar 5,29 persen dan inflasi year on year(November 2018 terhadap November 2017) tercatat sebesar 7,27 persen.
Sedangkan, NTP tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 109,96 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 84,03 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 106,42 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,58 persen dibandingkan Oktober 2018.
Nasir mengatakan, di tingkat nasional, NTP bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen, demikian juga dengan NTUP mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen.
Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan November 2018 masing-masing sebesar 103,12 dan 111,92.
Selama Oktober 2018, total ekspor senilai US$ 469,48 juta, turun US$ 41,54 juta atau 8,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain itu, kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 326,42 juta atau 69,53 persen dari total nilai ekspor.
Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor senilai 142,38 juta atau 30,33 persen dari total nilai ekspor.
Pelabuhan Kolonodale berperan senilai US$ 321,52 juta atau 68,48 persen dari total nilai ekspor.
Selama Januari-Oktober 2018, total nilai ekspor tercatat US$ 4.116,30 juta, melalui Sulawesi Tengah sebesar US$ 4.073,62 juta dan provinsi lain sebesar US$ 42,68 juta.
Total nilai impor tercatat US$ 383,58 juta selama Oktober 2018 dan US$ 1.909,16 juta selama Januari-Oktober 2018.
Jumlah aktivitas penumpang melalui bandar udara di Sulawesi Tengah selama Oktober 2018 tercatat 132.243 orang atau turun 10,43 persen dibandingkan September 2018.
Volume barang yang dibongkar melalui bandar udara tercatat 185,81 ton atau turun sebesar 83,07 persen, sementara itu barang yang dimuat tercatat 167,32 ton atau turun sebesar 74,56 persen dibandingkan September 2018.
Jumlah penumpang angkutan laut melalui pelabuhan diusahakan sebanyak 6.353 orang, terdiri dari 3.073 orang penumpang berangkat dan 3.280 penumpang datang.
Volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui pelabuhan diusahakan masing-masing mencapai 14.189 ton dan 6.408 ton. ***(Sumber :inipalu.com/amar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close